Saturday, August 22, 2020

Upload Backup File Dari Linux Server ke DropBox Storage Server

Pendahuluan

Permasalahan ini ditanyakan saat akreditasi Perguruan Tinggi tentang bagaimana sistem backup data pada Sistem Informasi saudara? Proses sistem backup database sebenarnya bukan permasalahan sulit. Anda tinggal lakukan proses dump saja. Masalahnya, dimana file DMP ini harus diletakkan. Ditinggal di server, bukan solusi karena apabila terjadi force majeure (keadaan diluar kemampuan manusia seperti kebakaran, gempa bumi, erupsi gunung berapi dan sebagainya), file DMP tersebut akan ikut musnah.

Solusinya:

  1. Backup data secara periodik menggunakan cron job
  2. Kirim backup data tersebut ke lokasi yang berbeda setelah proses selesai.
Solusi yang paling mudah adalah kirim ke cloud storage. Ada cukup banyak storage server yang bisa anda gunakan seperti Google Drive, Dropbox, Box, pCloud, Mega, OneDrive dll. Tetapi pada tutorial kali ini, penulis hanya mengambil contoh Mega Cloud Drive, Google Drive dan DropBox yang lazim digunakan. Terlepas dari perdebatan mana diantara storage server tersebut yang terbaik. Ada banyak sekali perdebatan menyangkut isu keamanannya, ukuran storage maupun harga tempat penyimpanan tersebut. Penulis menggunakan versi free dari ketiganya

Oke, stop talking and let us get start.

Persiapan
 
Secara garis besar, ini yang harus kita lakukan.
  1. Siapkan storage server;
  2. Install software peng-upload (saya menggunakan rclone di Ubuntu Server);
  3. Lakukan penjadwalan proses pem-backup-an (tidak ikut dibahas karena diluar topik).
Sesederhana itu. Yang menjadi sulit adalah langkah-langkah untuk melakukan ini, karena beberapa storage server mengubah kebijakan sistem keamanan terutama berkaitan dengan aplikasi Third Party.
 
Langkah-langkah
 
1. Daftar akun di DropBox (https://www.dropbox.com/).
 

 
Oke, kita lewati proses ini, penulis anggap pembaca sudah mahir dengan urusan Sign-Up dan Account Activated. Atau lewati proses Sign-Up jika anda sudah memiliki akun di DropBox.
 
2.  Setelah anda memiliki akun di DropBox, login ke dalam portal DropBox anda.
 

3. Create Folder untuk menampung data backup kita.
 

 
 
4. Selesai. Kita telah memiliki Folder (Directory) tempat kita menampung datanya.
 

 
5. Langkah berikutnya adalah membuat aplikasi yang nantinya diijinkan untuk mengakses (full access) pada layanan DropBox Storage. Klik App Center seperti pada Gambar berikut:

 
 
6. Klik Build an app.
 

 
7. Klik Create Apps.
 
 
 
 8. Tentukan jenis aplikasi, kemampuan akses dan nama aplikasi anda.

 
9. Ini bagian yang cukup membingungkan untuk penulis saat mencoba untuk pertama kalinya membangun aplikasi ini.